Semester 6



Ini adalah prakata gue sebelum memulai semester 6.
Ga begitu penting sih, tapi isinya tentang pemikiran gue selama ini.

Yang kepo bisa klik readmore, yang ga kepo skip aja wkwk.

Hari ini, gue masih liburan semester.
Kegiatan gue kalo libur semester ya dirumah aja, youtube an, blogging, edit-edit sesuatu dan melepas stress.
Sebenernya, kalo udah kuliah, meski judulnya "liburan semester" tetep aja ga bisa nikmat-nikmat banget kayak liburan kenaikan kelas pas masih sekolah.
Liburan, masih harus mikirin nilai yang didapet, IP naik apa turun, IPK berapa dan sebagainya.

Sejujurnya, menyadari hari ini bahwa gue sudah mau memasuki semester 6, gue memiliki berbagai macam perasaan. Mulai dari seneng, takut, stress dan kecewa.
Seneng karena sebentar lagi masa kuliah gue akan berakhir.
Takut karena gue mencemaskan hal-hal yang akan datang kedepannya.
Stress karena gue menjaga setiap hal yang gue perjuangkan selama ini, dan
Kecewa karena............gue merasa kekurangan sesuatu.

Tapi, semalem (dan hari ini) gue membaca sebuah buku berjudul "The Magic of Thinking Big" karya David J. Schwartz dan gue mendapat sedikit ilham setelah membaca buku tersebut (baru 2 bab sih, sisanya lanjut malem ini).

Gue merasa kuliah ini sangat lama, namun juga sangat cepet.
Kayaknya kemaren gue baru aja masuk jadi maba, sekarang udah semester 6 aja.
Tapi gue juga merasa kuliah ini sangat lama, ketika gue sangat ingin mewujudkan impian gue, tapi belom bisa, karena gue masih harus menyelesaikan kuliah ini.

Gue sebetulnya bukan orang yang "cinta kuliah". Gue ga pernah betah lama-lama belajar apalagi yang menurut gue metode belajarnya sangat monoton. Jadi begitu mendengar kata "cepat-cepat lulus", rasanya gue selalu pengen hal itu terjadi.

Orang bilang, "nikmati kuliah, jangan cepet-cepet lulus". Tapi, gue gabisa boong. Gue gabisa menikmati masa-masa kuliah terus-terusan sementara umur gue semakin tua dan orang tua gue juga semakin tua. Gue bukan orang yang senang lama-lama belajar. Tapi meski ga seneng belajar, bukan berarti gue ga peduli nilai juga sih.
Gue peduli.
Tapi itu ga jadi prioritas gue.

Menurut gue, semua orang memiliki kebahagiaannya masing-masing dan semua kebahagiaan itu beda-beda. Ada yang bahagia dengan lama-lama belajar, ada yang bahagia dengan memiliki banyak teman, ada yang bahagia kalau bisa bebas berexpresi.....macem-macem.

Kebahagiaan gue..........ada diluar kampus. Kebahagiaan gue tidak dengan belajar.
Gue ga pernah mencemooh kebahagiaan orang lain. Bagi gue, semua sah-sah aja mau memiliki kebahagiaan yang kayak apa. Tapi gue gabisa respek sama orang yang gabisa respek dengan kebahagiaan orang.

Kalo di inget-inget, gue sebenernya ga pernah bener-bener kepengen kuliah.
Kuliah.................bukanlah mimpi gue yang sebenarnya.
Bukannya gue ga bersyukur,..........tapi kebahagiaan gue.....bukan disini.

Saat ini sebenernya banyak banget hal yang mengganggu pikiran gue. 
Sangat-sangat menganggu karena gue memiliki banyak rencana dalam hidup. 
Gue takut? ya jelas. Gue ga munafik sih, semua orang pasti pernah takut, se profesional apapun dia.

Tapi gue ga akan membiarkan pikiran negatif mengisi tiap bagian otak gue.
Gue tau, gue lebih mampu dari yang gue fikirkan. Gue akan mewujudkan segala harapan gue, segala mimpi gue, segala yang gue inginkan. Gue akan mewujudkan itu, no matter what.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trend Pelakor

Mengapa Artis Jepang Jarang Upload Music Video ke Youtube?

Cara Merawat Warna Bibir