Dibalik Semua Itu



Hari ini, entah kenapa gue kepikiran sesuatu yang menurut gue....agak deep.
Pada postingan kali ini, gue akan menulis tentang sesuatu yang selama ini sebenernya gue perhatiin.
Gue akan mencoba menjabarkannya pelan-pelan.
Semoga lu semua ngerti maksud dari postingan ini.
Amiiin.


Gue adalah tipe orang yang sebenernya cukup sulit mendapatkan teman dekat. 
Apakah gue pilih-pilih? gue akui, iya. Sedikit.
Gue sebenernya cukup bisa bergaul dengan semua orang. Gue bisa ketawa-tawa dengan semua orang. bahkan yang baru gue temui. Orang biasanya menilai gue "judes" di awal, tapi begitu kenal gue, rata-rata mereka enjoy aja temenan sama gue.

Tapi, jarang yang bener-bener gue anggep "teman".

Gue tau, kedengerannya pasti jahat + sombong banget kan? Tapi, ini udah otomatis.
Sejauh ini,.........sejauh ini ya, gue hanya mengaggap 3 orang sebagai orang yang mengenal gue luar-dalem.

Tiga orang ini, adalah orang yang bisa melihat apa yang sebenernya gue rasain, apa yang sebenernya gue pikirkan dan seperti apa gue. 
Gue sering nanya kepada orang-orang selain 3 orang ini, seperti apakah gue? dan semua orang jawab "oh lu strong banget ca, lu dingin abis, lu bisa jadi pemimpin" dan lain-lain. Tapi, 3 orang ini.....adalah orang yang jawab berbeda.

Gue harus akui, gue memang terlihat jutek.
Gue juga mengakui, kalo gue bisa jadi pemimpin. Ya, jadi leader di suatu perkumpulan/team bukan jadi masalah buat gue.
Tapi soal "strong"............sebenernya gue ga gitu.

Gue memang jarang nangis, jarang banget bilang sesuatu yang manis atau kalimat yang sensitif. 
Tapi, sebenernya, gue adalah orang yang sangat sensitif. Dan yang bisa melihat hal itu..........hanya orang-orang yang sensitif pula.

Orang sering menyangka bahwa gue adalah orang extrovert. Tapi ga. Gue pernah test psikologi dan hasilnya gue 100% introvert

Sebagai orang introvert, gue merasa ada semacem koneksi diantara pada introvert
Sesama introvert biasanya bisa berkomunikasi dengan satu sama lain hanya dengan sedikit-sedikit mengungkapkan pikirannya.
Introvert itu ga harus pendiem, penyendiri, pemurung dan kelam seperti yang suka di salah gambarkan orang-orang. Bisa jadi, seorang yang lu kenal selalu ketawa, selalu riang gembira, selalu easy going adalah seorang introvert. Dan bisa jadi, seseorang yang pendiem dan ga banyak omong, ternyata seorang extrovert.

Gue selalu berteman dengan orang-orang yang gabisa ditebak seperti ini.

Salah satu dari ketiga temen gue adalah orang yang sangat bawel, aktif, cerewet, banyak temen dan gaul di kehidupan sehari-hari. Dia punya banyak kenalan, pacar-pacarnya juga sering ganti, dia cantik dan populer, easy going, rame.........tapi dia adalah introvert, seperti gue.
Dia memiliki pemikiran sendiri terhadap sesuatu. Dan dia mengakui bahwa dia hanya bisa cerita hal itu terhadap segelintir orang. Orang-orang ini, tidak dia pilih berdasarkan akrab/tidaknya mereka, bukan dari materi yang orang itu punya, tapi "kepercayaan" yang dia rasakan ketika ngobrol dengan seseorang.
Pernah ngomong sama orang yang sebetulnya biasa-biasa aja, tapi entah kenapa terasa sangat bisa kalian percayai?
Nah kayak gitu pola nya.

Temen gue yang satu lagi, adalah pendiem akut yang memiliki sedikit teman. Dia ga pernah tertarik membicarakan hal hits dan jadi populer. Tapi dia adalah seorang extrovert, dimana tiap kali dia mengeluarkan pendapatnya, dia mengemukakan fakta yang terjadi. Pikirannya logis, apa adanya, straight to the point dan ga peduli dengan pendapat orang.
Orang ini, adalah temen gue disaat gue butuh seseorang untuk memberikan advice keputusan disaat gue bimbang.

Temen gue yang ketiga, bukanlah temen yang hits. Bukan juga orang yang menonjol secara akademis. Dia biasa-biasa aja soal akademis, meski ga buruk juga. Kalau bahasa kasarnya, dia bisa digolongan sebagai anak "cupu" dikalangan sosial. Tapi temen gue yang ini, dia sensitif terhadap sebagai pemikiran. Dia cukup bijak melihat berbagai persoalan, dia selalu tenang dan orangnya ga pernah muluk-muluk. Diluar dia keliatan kayak anak pemales, tapi sebenernya dia orang yang sangat ati-ati terhadap keputusan yang dia ambil.
Deep thinker. Itu dia banget.

Gue,.........gue adalah orang yang selalu membutuhkan orang-orang berkarakter sebagai teman sejati gue. Gue bukannya bilang bahwa temen gue yang lain ga berkarakter, mereka berkarakter........tapi mereka ga mengerti gue.

Seperti judul postingan ini, "dibalik semua itu", dibalik semua yang orang lain tampilkan, gue mengambil kesimpulan bahwa ga semua bisa lu cap sebagai orang-yang-gue-kenali-dengan-baik hanya karena lu sering becanda, hanya karena selalu hangout bareng, hanya karena selalu seru-seruan bareng.

Ada banyak orang, yang bener-bener penyimpan perasaan ulung.
Mereka bisa tampil asik, ga ada beban, hidup tenang, seru-seruan oke, tapi di dalem hati dan pikiran mereka itu ga sama dengan yang mereka tampilkan diluar.
Mereka bukan pemilih atau orang sombong, tapi orang-orang ini (yang seperti gue) hanya bisa benar-benar terbuka mengenai siapa diri dia sebenarnya lewat "kepercayaan" yang dia dapet ketika mengobrol dengan seseorang.
Bila orang itu dia rasa bisa dipercaya, dia akan terbuka terhadap orang itu.
"Kepercayaan" itu, gabisa dijelasin juga sih datengnya darimana. Tapi ada, orang-orang seperti itu.

Jadi, disini gua punya maksud, semisal kalian punya temen yang selalu happy, percayalah, ga ada orang yang hidupnya selalu happy. Coba lah sedikit lebih sensitif, tanya mood dia gimana, siapa tau dia lagi stress....lagi gelisah, lagi bingung. Kita semua ga pernah tau apa yang ada dipikiran orang kan?

Sama juga dengan semisal kalian males temenan sama orang yang keliatannya selalu murung. Percayalah juga, ga ada orang yang hidupnya selalu murung. Mungkin dia lagi sibuk mikirin yang lain? mungkin dia lagi bahagia tapi ga bisa nunjukkinnya? siapa yang tau? jangan judge sebelum mengenal.

Dalam hal ini.............juga berlaku buat orang tua kita.

Belum tentu......orang tua kita yang biasanya tampil ga pernah ngeluh, selalu postif, selalu senyum, selalu memberikan jawaban yang pasti dari setiap pertanyaan kalian sebenernya dalam keadaan yang sama seperti itu.

Gue katakan ini.........karena gue pernah melihat orang tua gue seperti itu.
Gue juga pernah liat orang tua sepupu gue seperti itu.
Gue pernah liat orang tua temen gue seperti itu.
Mereka senyum, mereka ceria, tapi dalem hati mereka........mereka gelisah.

Jadilah anak yang sensitif terhadap perasaan orang-orang disekitar, jadilah lebih peduli.
Meski hanya sekedar nanya mood dia, hal itu akan lebih berguna dibanding lu langsung ngomong "aelah jangan baper, yang strong dong!"

Jadilah lebih peduli.
Jadilah pendengar yang baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trend Pelakor

Cara Menghadapi Si Attention Seeker

Ciri-Ciri Orang Tidak Bertanggung Jawab